Rabu, 19 Agustus 2009

GOOGLE CHROME 2.0


Dibandingkan browser lain, Chrome terkesan sepi atau polos. Tidak banyak embel-embel apa pun yang terlihat menjejali toolbar, sidebar aplikasi yang bersangkutan.

Pengguna awal mungkin akan kebingungan mencari lokasi penempatan opsi-opsi untuk melakukan personalisasi browser. Bahkan tombol Back dan Next hanya diwakili oleh panah sederhana. Demikian pula tombol Refresh. Tidak ada tombol Home di sini. Pengaturan hanya dapat dilakukan lewat dua tombol kontrol di sudut kanan.

Kalau dibanding browser versi sebelumnya yang dirilis sekitar sembilan bulan lalu, kinerja Chrome 2.0 sudah lebih baik, utamanya dalam mengeksekusi JavaScript.

Dari sisi fitur, tab-tab yang ada pada Google Chrome menarik dan lengkap. Contoh, kalau kita membuka tab baru dari tab yang sedang dikunjungi, tab-tab baru itu juga bisa ditutup kembali lewat tab asalnya. Jika sedang ingin fokus ke tab yang sedang kita buka, kita juga bisa tutup seluruh tab kecuali tab yang sedang kita tonton. Bisa juga tutup satu tab yang ada di sebelah kanan tab yang aktif (sedang kita lihat). Sayangnya, ketika secara tidak sengaja browser tertutup, tidak ada fitur Session Restore yang otomatis membuka tab-tab situs yang sedang kita jelajahi terakhir kali.

Kini Google Chrome juga sudah memiliki kemampuan layaknya browser-browser lainnya yakni mendukung modus Full screen dan Form autofill. Pada browser seperti IE atau Firefox fitur ini sudah ada sejak lama, tetapi di Chrome 2.0 kehadirannya cukup membantu pengguna yang sering melalukan registrasi di internet atau ingin menjelajah dengan tampilan penuh. Sayangnya lagi, masih ada yang kurang pada dua fitur baru tersebut.

Saat PCplus uji coba modus Full screen, tidak seperti pada Firefox atau Internet Explorer, ketika kursor mouse digerakkan ke bagian paling atas layar, maka informasi URL ataupun tab-tab yang sedang dibuka bisa dilihat. Ini serupa dengan fitur Full screen milik Opera, meski masih lebih baik dibanding Safari yang tidak mendukung modus full screen.

Demikian pula untuk Autofill. Pada IE atau Firefox, Anda bisa menyimpan profil Autofill di mana Anda dapat mengisi form umum seperti nama, alamat, atau email secara otomatis dengan satu klik. Namun pada Chrome 2.0, fitur Autofill masih cukup primitif. Anda perlu memilih setiap kolom secara manual, lalu memilih konten autofill dari menu drop-down yang ada.

Satu tambahan lain yang disediakan Google pada browser ini adalah kemampuan untuk menghapus satu per satu thumbnail situs yang pernah Anda kunjungi. Seperti diketahui, secara default, jendela awal Google Chrome adalah history penjelajahan Anda di dunia maya dalam bentuk thumbnail. Nah, Anda hapus bekas-bekas kunjungan Anda ke situs tertentu supaya tidak terlihat Anda pernah mengunjungi situs yang bersangkutan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar