Rabu, 29 Juli 2009

Sistem Operasi


Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall.
Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.

Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:

  1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
    Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
  2. Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
  3. Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
  4. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
    Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu, tetapi

sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti itu disebut sebagai Multi-tasking Operating System. Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time O



· Sistem Operasi bisa didefinisikan sebagai:

  1. Perangkat Lunak yang bertindak sebagai perantara antara pemakai computer (user) dengan perangkat keras (Hardware) Pemakai computer dibagi menjadi:
    a. Common user: pengguna computer biasa.
    b. Programmer: Seorang yang membuat aplikasi/program
    c. Aplikasi (program): Seseorang yang menjadi operator pengguna program.
  2. Tujuan dari adanya operating system adalah:
    a. Menjalankan program-program dari user dan membantu user dalam menggunakan computer.
    b. Menyediakan sarana sehingga pemakaian computer menjadi mudah (convenient).
    c. Memanfaatkan perangkat keras computer yang terbatas secara efisien(resource manager).

Sistem Operasi adalah Perangkat Lunak Komputer yang mengatur dan mengendalikan Operasi Dasar Sistem komputer.

· Tugas Dari Sistem Operasi diantaranya :
- Melakukan Fungsi Manajeman Berkas
- Mengendalikan berbagai sumber pada Sistem, seperti disk & printer
- Mengatur pemakai yang menggunakan sistem
- Membentuk penjadualan proses-proses pada sistem

· Empat Komponen Manajeman Utama pada Sistem Operasi
- Manajeman Proses
- Manajeman Memori
- Manajeman Sistem Berkas
- Manajeman Input/Output

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar